BAHASA BAKU DAN
NONBAKU
PENGERTIAN BAHASA BAKU
Bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran,
atau yang menjadi standar.
Penjelasan makna kata itu tentu saja belum cukup
untuk memahami konsep yang sesungguhnya. Di dalam bahasa baku itu terdapat 3
aspek yang saling menyatu, yaitu kodifikasi, keberterimaan, difungsikan
sebagai model. Ketiganya dibahas di bawah ini.
Istilah
kodifikasi adalah terjemahan dari “codification” bahasa Inggris. Kodifikasi
diartikan sebagai hal memberlakukan suatu kode atau aturan kebahasaan untuk
dijadikan norma di dalam berbahasa.
Masalah
kodifikasi berkait dengan masalah ketentuan atau ketetapan norma kebahasaan.
Norma-norma kebahasaan itu berupa pedoman tata bahasa, ejaan, kamus, lafal, dan
istilah.
Kode
kebahasaan sebagai norma itu dikaitkan juga dengan praanggapan bahwa bahasa
baku itu berkeseragaman. Keseragaman kode kebahasaan diperlukan bahasa baku
agar efisien, karena kaidah atau norma jangan berubah setiap saat.
Kodifikasi kebahasaan juga dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi
pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan menghasilkan ragam bahasa.
Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak dalam pemakaian bahasa lisan dan tulis.
Dengan demikian kodifikasi kebahasaan bahasa baku akan tampak dalam pemakaian
bahasa baku.
PENGERTIAN BAHASA NON BAKU
Istilah bahasa nonbaku ini terjemahan dari “nonstandard language”. Istilah
bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”,
“bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
Ø
Perpengertian bahwa bahasa
nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap
hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa
tidak resmi.
Ø
Perpengertian bahwa bahasa tidak
baku adalah bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur
kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang
berpendidikan.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa bahasa nonstandar adalah
ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan kode bahasa baku, dan
dipergunakan di lingkungan tidak resmi.
Pengertian Bahasa Indonesia Baku dan Non Baku
Ø Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa
Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan
atau dipakai sebagai model oleh masyarakat Indonesia secara luas.
Ø
Bahasa Indonesia nonbaku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak
diterima dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara luas,
tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
Fungsi Bahasa baku
Pertama, bahasa Indonesia baku berfungsi
pemersatu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur
berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi
satu masyarakat bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia baku mengikat
kebhinekaan rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia dengan mangatasi
batas-batas kedaerahan. Bahasa Indonesia baku merupakan wahana atau alat dan
pengungkap kebudayaan nasional yang utama. Fungsi pemersatu ini ditingkatkan
melalui usaha memberlakukannya sebagai salah satu syarat atau ciri manusia
Indonesia modern.
Kedua, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian. Bahasa
Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa
lainnya. Bahasa Indonesia baku memperkuat perasaan kepribadian nasional
masyarakat bahasa Indonesia baku. Dengan bahasa Indonesia baku kita menyatakan
identitas kita. Bahasa Indonesia baku berbeda dengan bahasa Malaysia atau
bahasa Melayu di Singapura dan Brunai Darussalam. Bahasa Indonesia baku
dianggap sudah berbeda dengan bahasa Melayu Riau yang menjadi induknya.
Ketiga, bahasa Indonesia baku berfungsi penambah wibawa.
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi
pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban
lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku. Di samping itu, pemakai
bahasa yang mahir berbahasa Indonesia baku “dengan baik dan benar” memperoleh
wibawa di mata orang lain. Fungsi yang meyangkut kewibawaan itu juga terlaksana
jika bahasa Indonesia baku dapat dipautkan dengan hasil teknologi baru dan
unsur kebudayaan baru. Warga masyarakat secara psikologis akan
mengidentifikasikan bahasa Indonesia baku dengan masyarakat dan kebudayaan
modern dan maju sebagai pengganti pranata, lembaga, bangunan indah, jalan raya
yang besar.
Keempat, bahasa Indonesia baku berfungsi
sebagai kerangka acuan. Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan
bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu menjadi tolok ukur pemakaian bahasa
Indonesia baku secara benar. Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahasa
Indonesia baku dapat dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar