A. Pengertian Morfologi
Morfologi (Morphology) = morph+o+logy.
Morph = bentuk; o = pembentuk stem; logy = logos = ilmu.
Morfologi (Morphology) = morph+o+logy.
Morph = bentuk; o = pembentuk stem; logy = logos = ilmu.
Morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang
membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan
bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik atau suatu studi
tentang morfem-morfem dan penyusunannya dalam rangka pembentukan kata.
Contoh.
Di samping kata jalan kita temukan berjalan, menjalankan, dijalankan, dijalani, perjalanan dsb. Arti dan fungsi masing-masing berbeda. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perubahan bentuk kata.
Peristiwa-peristiwa semacam itulah yang dibicarakan dalam bidang morfologi.
Contoh.
Di samping kata jalan kita temukan berjalan, menjalankan, dijalankan, dijalani, perjalanan dsb. Arti dan fungsi masing-masing berbeda. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perubahan bentuk kata.
Peristiwa-peristiwa semacam itulah yang dibicarakan dalam bidang morfologi.
B. Morfologi dan Cabang Ilmu Lain
1) Morfologi dan fonologi
Hubungan Persamaan Perbedaan
Morfologi Bagian dari kajian lingustik Morfologi mempelajari seluk beluk bentuk kata.
Fonologi Fonologi Mempelejarai bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya
Bidang morfologi yang kosentrasinya pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil studi fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar {butuh} diucapkan secara bervariasi antara [butUh] dan [bUtUh] serta diucapkan [butuhkan] setelah mendapat proses morfologis dengan penambahan morfem sufiks {-kan}.
2) Morfologi dan sintaksis
Sama-sama cabang ilmu linguistik. Bedanya, morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata; satuan yang terkecil yang dipelajari ialah morfem, dan yang paling besar berupa kata. Sintaksis mempelajari hubungan antara kata/frasa/klausa/kalimat. Tegasnya morfologi mempelajari frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan terbesar yang dipelajari morfologi ialah kata, sedangkan satuan terkecil yang dipelajari sintaksis ialah kata.
Morfologi : – morfem
– kata
Sintaksis : – frasa
– klausa
– kalimat
– wacana
Sama-sama cabang ilmu linguistik. Bedanya, morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata; satuan yang terkecil yang dipelajari ialah morfem, dan yang paling besar berupa kata. Sintaksis mempelajari hubungan antara kata/frasa/klausa/kalimat. Tegasnya morfologi mempelajari frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan terbesar yang dipelajari morfologi ialah kata, sedangkan satuan terkecil yang dipelajari sintaksis ialah kata.
Morfologi : – morfem
– kata
Sintaksis : – frasa
– klausa
– kalimat
– wacana
3) Morfologi dan semantik
Semantik ialah Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata.
Hubungan Persamaan Perbedaan
Morfologi Sama-sama mempelajari kata Mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, atau yang biasa disebut arti gramatik (grammatical meaning) atau makna
Semantik Mempelajari/menganalisis arti atau makna kata
Semantik ialah Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata.
Hubungan Persamaan Perbedaan
Morfologi Sama-sama mempelajari kata Mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, atau yang biasa disebut arti gramatik (grammatical meaning) atau makna
Semantik Mempelajari/menganalisis arti atau makna kata
4) Morfologi dan leksikologi
Sama-sama mempelajari arti kata. Perbedaannya ialah bahwa morfologi mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik (arti gramatik) atau makna, sedangkan Leksikologi mempelajari arti yang lebih kurang tetap terkandung pada kata, atau yang lazim disebut sebagai arti leksikal .
Contoh (1)
Rumah = Bangunan untuk tempat tinggal
Berumah = ‘Mempunyai rumah’, ‘diam’, ‘tinggal’
Pada contoh (1) arti leksikal dan pemakian kata tersebut dibicarakan dalam leksikologi.
Sama-sama mempelajari arti kata. Perbedaannya ialah bahwa morfologi mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik (arti gramatik) atau makna, sedangkan Leksikologi mempelajari arti yang lebih kurang tetap terkandung pada kata, atau yang lazim disebut sebagai arti leksikal .
Contoh (1)
Rumah = Bangunan untuk tempat tinggal
Berumah = ‘Mempunyai rumah’, ‘diam’, ‘tinggal’
Pada contoh (1) arti leksikal dan pemakian kata tersebut dibicarakan dalam leksikologi.
5) Morfologi dan etimologi
Sama-sama mempelajari perubahan-perubahan bentuk kata. Bedanya adalah kalau dalam morfologi yang dipelajari hanyalah peristiwa-peristiwa umum yang berturut-turut terjadi (yang merupakan sistem dalam bahasa), sedangkan etimologi mempelajari asal-usul kata atau perubahan bentuk kata yang khusus yang hanya terjadi pada kata-kata itu saja dan perubahan itu tidak merupakan sistem dalam bahasa yang bersangkutan.
Sama-sama mempelajari perubahan-perubahan bentuk kata. Bedanya adalah kalau dalam morfologi yang dipelajari hanyalah peristiwa-peristiwa umum yang berturut-turut terjadi (yang merupakan sistem dalam bahasa), sedangkan etimologi mempelajari asal-usul kata atau perubahan bentuk kata yang khusus yang hanya terjadi pada kata-kata itu saja dan perubahan itu tidak merupakan sistem dalam bahasa yang bersangkutan.
C. Istilah-istilah Teknis dalam Morfologi
1) Satuan gramatik
Satuan gramatik adalah satuan yang mengandung arti, baik arti leksikal maupun arti gramatikal. Satuan gramatikal sering disingkat satuan (Ramlan, 1985: 24).
• Makna leksikal adalah makna yang tetap tidak berubah-ubah sesuai dengan makna yang ada di kamus.
Contoh: sepeda, rumah, emas, mandi, dll.
• Makna gramatikal adalah makna yang dapat berubah sesuai dengan konteks pemakaian. Kata tersebut mengalami proses gramatikalisasi pada pemajemukan, imbuhan dan pengulangan.
Contoh: berdekatan, berduaan, berduka cita.
satuan gramatikal itu mungkin bisa berupa morfem, kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana. Misalnya:
Morfem Kata Frasa klausa
Ber- Rumah Akan datang Ia sedang berkunjung ke rumah teman
Ke Membawa Ke rumah teman Usaha itu sangat baik.
2) Satuan gramatik bebas dan terikat
Satuan atau bentuk linguistik yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa , seperti buku, jalan, rumah, disebut BENTUK BEBAS.
Bentuk linguistik yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa, seperti ber-, ter-, meN-, -kan, -i, -an, ke-an, per-an, disebut BENTUK TERIKAT.
Satuan atau bentuk linguistik yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa , seperti buku, jalan, rumah, disebut BENTUK BEBAS.
Bentuk linguistik yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa, seperti ber-, ter-, meN-, -kan, -i, -an, ke-an, per-an, disebut BENTUK TERIKAT.
3) Bentuk tunggal dan bentuk kompleks
Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi disebut BENTUK TUNGGAL sedangkan satuan yang terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi disebut BENTUK KOMPLEKS.
Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi disebut BENTUK TUNGGAL sedangkan satuan yang terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi disebut BENTUK KOMPLEKS.
4) Bentuk asal dan bentuk dasar
adalah bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks
Berpakaian รจ pakai + an = pakaian + ber- = berpakaian
Kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat bubuhan afiks –an menjadi pakaian, kemudian mendapat bubuhan afiks ber- menjadi berpakaian.
adalah bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks
Berpakaian รจ pakai + an = pakaian + ber- = berpakaian
Kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat bubuhan afiks –an menjadi pakaian, kemudian mendapat bubuhan afiks ber- menjadi berpakaian.
5) Unsur Langsung (Immediate Constituent
=IC)
Bentuk kompleks selalu terdiri atas lebih dari satu bentuk yang lebih kecil dari bentuk kompleks itu. Bentuk-bentuk yang menjadi pembangun bentuk yang lebih besar disebut unsure.
Bentuk kompleks selalu terdiri atas lebih dari satu bentuk yang lebih kecil dari bentuk kompleks itu. Bentuk-bentuk yang menjadi pembangun bentuk yang lebih besar disebut unsure.
6) Morfem
Morfem adalah satuan gramatik yang paling kecil; satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan lain sebagai unsurnya.
pakai = morfem dan juga kata
pakaian = morfem dan juga kata (morfem/kata kompleks)
berpakaian = morfem dan juga kata (morfem/kata kompleks)
Morfem adalah satuan gramatik yang paling kecil; satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan lain sebagai unsurnya.
pakai = morfem dan juga kata
pakaian = morfem dan juga kata (morfem/kata kompleks)
berpakaian = morfem dan juga kata (morfem/kata kompleks)
7) Deret Morfologik
Deret morfologik merupakan sebuah daftar atau deretan yang memuat kata-kata yang memiliki bentuk dan arti saling berhubungan. Kata-kata yang saling berhubungan bentuk dan artinya ini dijajarkan dalam sebuah deretan dan dibandingkan dengan setiap anggota deret lainnya. Sehingga dari pembandingan itu dapat ditemukan hasil identifikasi bentuk asal dan jumlah morfem yang membangun bentukan sebuah kata.
Deret morfologik amat berguna dalam menentukan morfem-morfem sekaligus mengidentifikasi bentuk asal suatu morfem .
Deret morfologik merupakan sebuah daftar atau deretan yang memuat kata-kata yang memiliki bentuk dan arti saling berhubungan. Kata-kata yang saling berhubungan bentuk dan artinya ini dijajarkan dalam sebuah deretan dan dibandingkan dengan setiap anggota deret lainnya. Sehingga dari pembandingan itu dapat ditemukan hasil identifikasi bentuk asal dan jumlah morfem yang membangun bentukan sebuah kata.
Deret morfologik amat berguna dalam menentukan morfem-morfem sekaligus mengidentifikasi bentuk asal suatu morfem .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar