Jumat, 12 Mei 2017

RANGKUMAN TEORI SASTRA,KRITIK,DAN SEJARAH



                                                                  RANGKUMAN

Pengertian Teori Sastra, Kritik Sastra,  dan Sejarah Sastra 
A.  TEORI SASTRA 
Kata teori sastra berasal dari dua kata, yaitu kata teori dan kata sastra. Apakah teori dan apakah sastra, merupakan pertanyaan yang di dalam ilmu sastra menimbulkan fenomena yang tidak mudah dijawab dengan begitu saja. Kedua kata tersebut berada pada dua kategori kata yang  berbeda,Yang dimaksud dengan teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra  yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan  sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. Suatu teori dapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya(diverifikasi) atau dibantah kesahihannya  pada objek atau gejala-gejala yang diamati tersebut.
B.   KRITIK SASTRA 
Kritik sastra adalah bagian dari ilmu sastra. Istilah lain yang sering digunakan para  pengkaji  sastra untuk hal yang sama ialah  telaah sastra, kajian sastra, analisis sastra, dan penelitian sastra. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk menghindari kata kritik yang terkesan negatif, terkesan menghakimi. Tampaknya masyarakat kita masih belum terbuka hati dengan kata kritik. Kata kritik dianggap kata yang bermakna negatif karena menilai sesuatu dari sisi kekurangan dan kelemahannya, menghakimi seseorang atas kekurangannya sehingga orang yang dihakimi tidak dapat berkembang. Kata kritik dianggap sebagai suatu yang destruktif, bermakna tajam, dan menjatuhkan seseorang. Padahal sebenarnya pengertian kritik sastra tidaklah demikian.

C.   SEJARAH SASTRA        
Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Di dalamnya  dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu,  para sastrawan  yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra  yang menghiasi  dunia sastra, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar masalah sastra. Dengan mempelajari sejarah sastra, kita dapat mengetahui perjalanan  sastra dari waktu ke waktu sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya bangsa.  Tugas sejarawan sastra bukan hanya sekadar mencatat, dan menginventarisasi karya sastra, tetapi tugasnya lebih dari itu. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, ia harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada,  pengaruh yang melatarbelakanginya, karakteristik  isi dan tematik,  periode-periode  yang memuat karya-karya sastra, serta masalah lainnya yang menyangkut masalah sastra.
Oleh karena itu, dalam mempelajari sejarah sastra tidak lepas dari teori dan kritik sastra.  Sejarah sastra mempunyai ruang cakupan yang cukup luas.

Hubungan Teori Sastra dengan Kritik Sastra dan Sejarah Sastra
Pada hakikatnya, teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra, baik konvensi bahasa yang meliputi makna, gaya, struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan lainnya yang membangun keutuhan sebuah karya sastra. Di sisi lain, kritik sastra merupakan ilmu sastra yang mengkaji, menelaah, mengulas, memberi pertimbangan, serta memberikan penilaian tentang keunggulan dan kelemahan atau kekurangan karyasastra. Sasaran kerja kritikus sastra adalah penulis karya sastra dan sekaligus pembaca karya sastra. Untuk memberikan pertimbangan atas karya sastra kritikus sastra bekerja sesuai dengan konvensi bahasa dan konvensi sastra yang melingkupi karya sastra.
Demikian juga terjadi hubungan antara teori sastra dengan sejarah sastra. Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya bangsa.
Perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan karya sastra pada periode-periode tertentu.
Secara keseluruhan dalam pengkajian karya sastra, antara teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra terjalin keterkaitan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar