RANGKUMAN
Pengertian
Teori Sastra, Kritik Sastra, dan Sejarah
Sastra
A. TEORI
SASTRA
Kata teori sastra berasal dari dua kata, yaitu kata
teori dan kata sastra. Apakah teori dan apakah sastra, merupakan pertanyaan
yang di dalam ilmu sastra menimbulkan fenomena yang tidak mudah dijawab dengan
begitu saja. Kedua kata tersebut berada pada dua kategori kata yang berbeda,Yang dimaksud dengan teori sastra
ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum,
kategori, kriteria karya sastra yang
membedakannya dengan yang bukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori
adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan
sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala
yang diamati. Teori berisi konsep/uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek
ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. Suatu teori dapat dideduksi
secara logis dan dicek kebenarannya(diverifikasi) atau dibantah
kesahihannya pada objek atau gejala-gejala
yang diamati tersebut.
B. KRITIK
SASTRA
Kritik
sastra adalah bagian dari ilmu sastra. Istilah lain yang sering digunakan
para pengkaji sastra untuk hal yang sama ialah telaah sastra, kajian sastra, analisis
sastra, dan penelitian sastra. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk
menghindari kata kritik yang terkesan negatif, terkesan menghakimi. Tampaknya
masyarakat kita masih belum terbuka hati dengan kata kritik. Kata kritik
dianggap kata yang bermakna negatif karena menilai sesuatu dari sisi kekurangan
dan kelemahannya, menghakimi seseorang atas kekurangannya sehingga orang yang
dihakimi tidak dapat berkembang. Kata kritik dianggap sebagai suatu yang
destruktif, bermakna tajam, dan menjatuhkan seseorang. Padahal sebenarnya
pengertian kritik sastra tidaklah demikian.
C. SEJARAH SASTRA
Sejarah
sastra bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu
ke waktu. Di dalamnya dipelajari
ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu,
para sastrawan yang mengisi arena
sastra, puncak-puncak karya sastra yang
menghiasi dunia sastra, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar masalah sastra. Dengan mempelajari
sejarah sastra, kita dapat mengetahui perjalanan sastra dari waktu ke waktu sebagai bagian
dari pemahaman terhadap budaya bangsa.
Tugas sejarawan sastra bukan hanya sekadar mencatat, dan
menginventarisasi karya sastra, tetapi tugasnya lebih dari itu. Sebagai suatu
kegiatan keilmuan sastra, ia harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan
ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya,
karakteristik isi dan tematik, periode-periode yang memuat karya-karya sastra, serta masalah
lainnya yang menyangkut masalah sastra.
Oleh
karena itu, dalam mempelajari sejarah sastra tidak lepas dari teori dan kritik
sastra. Sejarah sastra mempunyai ruang
cakupan yang cukup luas.
Hubungan
Teori Sastra dengan Kritik Sastra dan Sejarah Sastra
Pada
hakikatnya, teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di
dalam karya sastra, baik konvensi bahasa
yang meliputi makna, gaya, struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar,
dan lainnya yang membangun keutuhan sebuah karya sastra. Di sisi lain, kritik
sastra merupakan ilmu sastra yang mengkaji, menelaah, mengulas, memberi
pertimbangan, serta memberikan penilaian tentang keunggulan dan kelemahan atau
kekurangan karyasastra. Sasaran kerja kritikus sastra adalah penulis karya
sastra dan sekaligus pembaca karya sastra. Untuk memberikan pertimbangan atas
karya sastra kritikus sastra bekerja sesuai dengan konvensi bahasa dan konvensi
sastra yang melingkupi karya sastra.
Demikian
juga terjadi hubungan antara teori sastra dengan sejarah sastra. Sejarah sastra
adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu
ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya
bangsa.
Perkembangan
sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu kebudayaan, diperoleh dari
penelitian karya sastra yang dihasilkan para peneliti sastra yang menunjukkan
terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan karya sastra pada
periode-periode tertentu.
Secara
keseluruhan dalam pengkajian karya sastra, antara teori sastra, sejarah sastra
dan kritik sastra terjalin keterkaitan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar