Jumat, 12 Mei 2017

Konsona,Vokal



A. Pengertian Fonologi
      Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya.
      Fonologi juga diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diperoduksi oleh alat ucap manusia .

B. Cabang Fonologi
1. Fonetik dibagi lagi menjadi: Fonetik Artikulatoris, Fonetik Akustik , Fonetik Auditoris
2. Fonemik
D. Manfaat fonolgi dan  penyusunan ejaan bahasa.
Ejaan adalah peraturan penggambaran atau pelambangan bunyi ujar suatu bahasa. Karena bunyi ujar ada dua unsur, yaitu segmental dan suprasegmental, maka ejaan pun menggambarkan atau melambangkan kedua unsur bunyi ujar tersebut
E. Proses Pembentukan Bunyi
         Arus Udara



         Pita Suara
          Alat Ucap:
1.      Komponen Supraglotal


 2.Komponen Laring


3. Komponen Subglotal

      Terdiri atas paru-paru kiri dan kanan, saluran bronkial dan saluran pernapasan  (trakea).
      Fungsi utama komponen ini sebagai alat pernapasan.
      Kalau udara mengalir ke paru-paru di sebut menarik napas sedangkan  kalau udara mengalir keluar dari paru-paru disebut menghembuskan napas.


Daftar pustaka
Kelompok 5 (materi Fonologi)






 Cara pengucapan Huruf    
Konsonan vokal
A = labium terbuka dan udara keluar tanpa hambatan
I = lidah lebih keatas, rahang bawah naik mendekati rahang atas
U = kedua bibir dalam posisi kebawah, dan rahang bawah keatas
E = posisi bibir relatif akan merata dengan kedua ujung bibir kesamping dan lidah kedepan
O = bibir bawah dan rahang lebih kebawah lagi, bahkan kedua bibir agak melebar

Konsonan
b = pertama kedua bibir tertutup kemudian terbuka, bunyi yang dihasilkan dengan mendapat      hambatan pada pita suara        
c = bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi
d = ujung lidah yang naik kelangit-langit keras kemudian menurun, bunyi yang dihasilkan dengan mendapat hambatan pada pita suara. Lidah bertindak sebagai artikulator dan daerah antar gigi sebagai titik artikulasi.
f = bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mendapat hambatan pada artikulator, gigi atas sebagai titik artikulasi dan bibir bawah sebagai artikulator
g = dihasilakan oleh pangkal lidah dan langit-langit lunak, belakang lidah sebagai artikulator dan langit-langit lembut sebagai artikulasi
h = bunyi mendapat hambatan pada artikulator, pita suara terbuka lebar sehingga udara keluar digesekkan melalui glottis
j = bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi
k = bunyi yang dihasilkan oleh pangkal lidah dan langit-langit lunak, belakang lidah sebagai artikulator dan langit-langit lembut sebagai artikulasi
l = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada pita suara, ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi sebagai titik artikulasi
m = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada pita suara
n = ujung lidah naik keatas langit-langit keras menutup arus udara keluar,ujung lidah brtindak sebagai artikulator dan daerah antar gigi sebagai titik artikulasi
p = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada artikulator
q = dihasilakn oleh pangkal lidah dan anak tekak
r = ujung lidah mengelatar melawan lekung kaki gigi dengan waktu yang sama, ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi sebagai titik artikulasi

s = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada artikulator, ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi sebagai titik artikulasi
t = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada artikulator. Ujung lidah bertindak sebagai artikulator dan daerah antar gigi sebagai titik artikulasi
v = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada pita suara, gigi atas sebagai titik artikulasi dan bibir bawah sebagai artikulator
w = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada pita suara
x = dihasilkan oleh akar lidah dan dinding belakang rongga kerongkongan, belakang lidah sebagai artikulator dan langit-langit lembut sebagai artikulasi
y = bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langi-langit keras sebagai artikulasi
z = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada pita suara, ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi sebagai titik artikulasi

huruf diftong
diftong adalah bunyi vokal angkap yang tergolong menjadi satu suku kata. Ciri diftong posisi lidah yang satu dengan yang lain saling berbeda. Perbedaan itu menyangkut tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, serta strikturya (jarak lidah dengan langit-langit).
ai = kata “pakai” diftong naik, kata “pandai” diftong turun
oi = kata “amboi” diftong naik, kata “boikot” diftong turun
au = kata “harimau” diftong naik, kata “saudara” diftong turun
gabungan huruf konsonan (kluster)
gabungan huruf konsonan masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan
kh = bunyi yang dihasilkan oleh pangkal lidah dan langit-langit lunak, dan bunyi mendapat hambatan pada artikulator (contoh kata: posisi awal “khusus”, posisi tengah “akhir”, posisi akhir “tarikh”)
ng = ujung lidah naik keatas langit-langit kers menutup arus udara keluar, dan dihasilakan oleh pangkal lidah dan langit-langit lunak (contoh kata: posisi awal “ngilu”, posisi tengah “bangun”, posisi akhir “senang”)
ny = ujung lidah naik keatas langit-langit kers menutup arus udara keluar, dan bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langi-langit keras sebagai artikulasi (contoh kata: posisi awal “nyata”, posisi tengah “banyak”)    
sy = bunyi yang dihasilkan mendapat hambatan pada artikulator, dan bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langi-langit keras sebagai artikulasi (contoh kata: posisi awal “syarat”, posisi tengah “isyarat, posisi akhir “arasy”)    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar